ABSTRAK
Investor akan mempertimbangkan tingkat pengembalian yang diharapkan
(expected return) atas investasinya untuk suatu periode tertentu di masa yang akan
datang. Namun setelah periode investasi berlalu, belum tentu tingkat
pengembalian yang terealisasi (realized return) seperti tingkat pengembalian yang
diharapkan (expected return). Ketidakpastian merupakan unsur inti dari investasi,
sehingga investor harus mempertimbangkan ketidakpastian ini sebagai risiko
investasi. Risiko sistematis digambarkan oleh beta. Beta merupakan ukuran
volatilitas return sekuritas atau portofolio dengan return pasar. Semakin tinggi
fluktuasi antara return sekuritas dengan return pasar, maka semakin tinggi nilai
beta. Beta juga merupakan pengukur kepekaan tingkat keuntungan terhadap
perubahan-perubahan pasar. Dan beta sendiri ialah koefisien regresi antara dua
variabel, yaitu kelebihan tingkat keuntungan portofolio pasar (excess return of the
market portofolio) dan kelebihan keuntungan suatu saham (excess return of stock).
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh asset growth, EPS,
leverage, return on investment dan Dividen Yield berpengaruh terhadap riiko
sistematis (beta saham) pada perusahaan perbankan di BEI periode 2005-2007.
Sampel yang digunakan adalah perusahaan perbankan yang listing di Bursa Efek
Indonesia selama periode 2005 – 2007 sebanyak 22 perusahaan. Analisis data
dilakukan dengan menggunakan uji regresi linier berganda.
Berdasarkan hasil analisis data disimpulkan bahwa EPS, Leverage dan
Dividen Yoeld berpengaruh signifikan terhadap beta saham. Sedangkan Assets
Growth dan Return on Investment tidak berpengaruh terhadap beta saham.
Persamaan regresi yang terbentuk adalah Y= -1,405 - 0,393 X1 - 0,0003 X2 + 2,120
X3 - 0,001 X4 + 0,181 X5.